4.6( 8864)

Pesawat Delay Manajer Batavia Air Di Sandera dan Dipaksa Ikut Terbang

Tadi malam (17/5/12) saat admin terlambat.info menyaksikan acara Suara Anda di Metro TV ada satu judul pilihan berita yang menarik perhartianku yang judulnya bernada Penumpang Menyandra Manajer Sebuah Perusahaan Pesawat. Aku sembat berfilir ini kasus teroris, ternyata eh ternyata bukan kasus teroris melainkan kasus yang sangat sering terjadi di Indonesia yaitu TERLAMBAT. Kali ini pesawat Batavia terlambat 4 Jam dari jadwal keberangkatan seharusnya dan membuat penumpangnya marah sehingga sang manajer airlanes batavia tersebut sampai dibawa terbang ke kantor polisi Pontianak.

Sedikit lucu juga berita kali ini , makanya aku buat kedalam postingan ^_^.

Berikut ini berita lengkapnya mengenai penyanderaan Manajer Batavia Air yang kudapat dari media online Pontianak pontianakpost.com



SERET : Manager Batavia Area Jakarta Sugianto S (baju batik dan berkacamata) saat berada di bandara Supadio, kemarin(16/5) malam. Dia digiring paksa dari Bandara Soekarno-Hatta Jakarta untuk diminta pertanggungjawabannya oleh para penumpang lantaran pesawat delay dan proses pencairan voucher yang rumit. HARYADI/PONTIANAKPOST
PONTIANAK-Maskapai Penerbangan Batavia Airlines diamuk penumpang gara-gara sering delay. Sistem pencairan voucher delay dianggap rumit memicu amarah 148 penumpang, kemarin (16/5).  Mereka tidak puas, lantas menyandera  dan menggiring  Manajer Batavia dari Bandara Soekarno-Hatta General untuk ikut penerbangan hingga ke Bandara Supadio Pontianak.

Informasi yang dihimpun Pontianak Post, keberangkatan pesawat Batavia Air Y6-205 jurusan Jakarta-Pontianak mengalami delay selama empat jam. Rencananya berangkat pukul 14.45 wib, Rabu (16/5) ditunda hingga malam. Keterbatasan armada dijadikan alasan utama keterlambatan tersebut.  Pihak Batavia Air kemudian mengambil tindakan menunggu pesawat dari Palangkaraya pada pukul 18.00 wib, itupun mengalami penundaan. Para penumpang semakin gerah akan pelayanan dari pihak manajemen Batavia. Mereka akhirnya menyeret managernya dari Jakarta ke Pontianak untuk menyelesaikan permasalahan ini.

\
Penumpang menuntut biaya ganti rugi atas keterlambatan terbang selama empat jam senilai Rp 300 ribu. Namun, pihak Batavia hanya memberikan voucher untuk ditukarkan ke kantor pusat. “Kami tidak mau dengan sistem seperti itu. Kami ingin uang tersebut langsung dibayar secara tunai,” kata salah satu penumpang, Ramli.
Hal senada diutarakan penumpang lain, Rahelina. Dia menuturkan, para penumpang sudah mengikuti sesuai dengan prosedur. Kendati demikian, pihak Batavia tidak mengindahkan tuntutan yang diinginkan para penumpang.

“Padahal saya ingin ke Pontianak dengan cepat. Karena, orang tua saya sedang sakit. Namun dengan adanya masalah ini, saya jadi kecewa dengan palayanan yang diberikan,” cetusnya.   Begitu juga yang diutarakan Jamaludin, tindakan menggiring Manager Batavia adalah untuk meminta pertanggungjawaban dari janjinya. “Kami di Bandar Udara Soekarno Hatta sempat ricuh beberapa jam lamanya. Karena bertelenya pihak manajemen dalam menangani masalah ini, makanya kami giring dia untuk menanggung semua keliruan tersebut,” ungkapnya.  

Menurut Station Manager Batavia Air Pontianak, Nickodemus, cabang Pontianak hanya menerima informasi keterlambatan saja. Dan segera memberikan voucher terhadap penumpang yang telah menunggu hingga empat jam lamanya. “Itu memang sudah ketentuannya. Dan kami menjalankannya sesuai instruksi dari pusat. Kalau masalah penyanderaan, kami tidak tahu,” ujarnya.

Setelah menunggu beberapa saat kemudian, pesawat Batavia Air yang juga ditumpangi beberapa anggota dewan itu tiba di Pontianak, suasana kian tegang. Semua penumpang berduyun-duyun untuk menjambangi kantor cabang Batavia. Meminta kejelasan biaya ganti rugi tersebut.Manager Batavia Air Jakarta, Sugiyanto menuturkan, sebelumnya telah dikoordinasikan oleh para penumpang untuk mengganti semua biaya itu. “Namun uang kami tidak cukup untuk mengganti secara tunai,” katanya tegang. 

Ketua Kamar Dagang dan Industri Ketapang, Ramsidi yang juga ikut dalam penerbangan itu membantah telah terjadi penyanderaan terhadap Manager Batavia Air. “Kami membawanya ke Pontianak agar masalah tuntas,” ujarnya. Bahkan Ramsidi harus rela merogoh koceknya untuk mengganti sementara biaya voucher seluruh penumpang. Manager Batavia sempat diamankan di Sektor Kepolisian Kawasan Bandara Supadio ketika negosiasi berlangsung. Karena mendapat kepastian ganti rugi, sekitar pukul 23.00 wib masing-masing penumpang meninggalkan bandara. (rmn)

#InfoTerlambat : Delay atau terlambatnya penerbangan pesawat di Indonesia sudah lumrah terjadi setengah sampai 1 jam bahkan berjam-jam.

0 comments:

Posting Komentar