4.6( 8864)

Video Kekerasan di Polres Martapura

Tadi admin Terlambat.info nonton berita di TV ada berita mengenai kampung halamanku Kalimantan Selatan namun kabarnya kurang mengenakan yaitu mengenai dugaan adanya kekerasan di salah satu polres Kalsel yang tersebar dari Video Youtube.


Videonya yang diduga kekerasan di polres martapura http://youtu.be/f7MV_0uhJ7I  berjudul Siksaan di Polres Martapura sendiri per hari ini sudah dilihat sebanyak 2842 kali.



Berikut in infonya yang aku dapat dari Radar Banjarmasin

DUNIA kepolisian Indonesia kembali tercoreng. Sebuah video yang diunggah ke situs video youtube, memperlihatkan perlakuan tak manusiawi kepada dua orang tahanan anak di bawah umur. Dalam rekaman video amatir yang berjudul: Siksaan di Polres Martapura itu, beberapa oknum berseragam menyuruh dua orang anak itu saling "mengeksekusi" tamparan melalui permainan adu jari (pingsut).

Screnshot Video Pemukulan Polres Martapura

Video berdurasi 8 menit 46 detik ini diunggah oleh seorang bernama Camplun sejak  14 April 2011. Meski demikian, video ini baru beredar luas di kalangan netter dan pengguna Blackberry. Rekaman itu cukup jelas menampakkan, dua orang anak, berbaju biru dan merah, saling berhadapan dan ditonton oleh beberapa orang bercelana seragam coklat.
Para penonton berseragam itu kemudian menyuruh mereka "pingsut." Bak adegan Rousian Roulette, bagi siapa yang kalah, akan ditampar lawannya. "Ayo Mulai," kata salah satu penonton dan diiringi tawa penonton lainnya. "Jangan di telinga, jangan ditelinga," ucap salah seorang yang ditimpali seorang lainnya," terus, terus."

Menariknya, tidak ada satupun yang terlihat mencegah tindakan tak manusiawi itu. Dalam Ruangan yang cukup mendapat pencahayaan itu, para penonton leluasa menyuruh dua orang anak itu untuk saling tampar. "Ayo balas, balas!" Seorang dalam logat Banjar kental kemudian mengatur posisi mereka agar bisa saling menampar dengan bebas, "maju, maju ikam ding," ucapnya yang ditimpali suara, "balas, balas!"

Tak puas menyuruh saling menampar, para oknum itu kemudian mencoba "variasi" lain dengan menyuruh dua anak itu saling jitak kepala, tinju di dahi dan tamparan dua tangan. Terlihat jelas, dua orang anak itu sangat tersiksa oleh pukulan satu sama lain tapi tak kuasa untuk menghentikan penyiksaan. Video ini sejak pukul 01.00 dini hari tadi telah ditonton 663 netter dan dalam komentarnya beberapa terlihat marah. "Memalukan lo polisi," kata seorang dengan akun Obelix619. (ran/ij/ram)


Upate Terkini mengenai Kasus Video Kekerasan di Martapura Yang aku dapatkan dari Antaranews



Legislator: Polri Harus Usut Insiden Polres Martapura





Anggota Komisi III DPR RI Aboebakar Alhabsyi mendesak Mabes Polri melakukan penyidikan atas video "siksaan di Polres Martapura" yang diunggah ke youtube dan kemudian menjadi perhatian luas masyarakat Kalimantan Selatan. 

"Dalam video yang diunggah ke youtube tersebut tampak beberapa oknum berseragam menyuruh dua orang anak itu saling menampar melalui permainan swit (adu jari). Siapa yang kalah harus menerima tamparan atau jitakan oleh lawannya," ujarnya di Jakarta, Selasa. 
Dikemukakannya, apabila melihat `setting` video tersebut, banyak yang menduga kejadian itu diambil dalam sebuah sel tahanan, dan dua anak yang dipaksa saling tampar itu adalah para tahanan atau napi anak. 
Dia menilai bahwa ini perlakuan yang tak manusiawi dimana anak-anak diadu dan dijadikan bahan tertawaan. Padahal dalam proses penahanan maupun pemidanaan semua prilaku keji seperti itu tidak boleh dilakukan sehingga insiden tersebut telah mencoreng wibawa aparat. 
"Karenanya polisi harus mengusut persoalan ini, apakah ini benar terjadi di Polres Martapura atau di tempat yang lain. Bila ini memang terjadi dalam tahanan Mapolres Martapura, maka telah terjadi pelanggaran KUHAP dan PP 58/1999," ujarnya. 
Menurut aturan tersebut, seorang tahanan seharusnya bebas dari tekanan seperti diintimidasi, ditakut-takuti dan disiksa secara fisik. 
Pemeriksaan tersangka maupun saksi di kepolisian juga diatur dalam Perkap No.7 Tahun 2006 tentang Kode Etik Profesi Polri dan Perkap No. 8 Tahun 2009 tentang Implementasi Prinsip dan Standar HAM dalam Penyelenggaraan Tugas Polri. 
Pada Perkap 8/2009, khususnya dalam Pasal 11 ayat (1) huruf b telah ditegaskan bahwa setiap anggota Polri dilarang melakukan penyiksaan tahanan atau terhadap orang yang disangka terlibat dalam kejahatan. 
Bila hal ini terjadi di lingkungan Lapas, hal itu juga tak bisa dibenarkan karena pembinaan terhadap anak pelaku tindak pidana di Lapas Anak dilaksanakan berdasarkan asas-asas pembinaan sebagaimana disebutkan dalam Pasal 5 Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1995 tentang Pemasyarakatan. 
Ditegaskannya bahwa warga binaan tidak boleh diperlakukan di luar ketentuan undang-undang, seperti dianiaya, disiksa, dan sebagainya. 
"Karenanya saya minta Mabes serius memperhatikan persoalan ini, harus ada atensi khusus untuk persoalan ini, jangan sampai tahanan atau lapas kita nanti dikelola seperti Guantanamo. Apapun alasannya tahanan dan Lapas harus steril dari tindakan penyiksaan," ujarnya.(rr)



Description: Video Polres Martapura Rating: 4.5

0 comments:

Poskan Komentar