4.6( 8864)

Akibat Politik dan Ekonomi Perang Banjar

Apa Akibat Politik dan Ekonomi Perang Banjar ? - Sobat Terlambat.info khsusnya yang ada di Banjarmasin, Kalimantan Selatan kayaknya mesti mengetahui neh sejarah perang Banjar. Berikut ini terlambat share artikel lengkap mengenai Perang Banjar serta  akibat dari perang banjar dari segi Poltik dan Ekonomi.


Akibat perang Banjar


Bidang politik.


  • Daerah Kalimantan Selatan dikuasai sepenuhnya oleh pemerintah kolonial Belanda.
  • Dibubarkannya negara Kesultanan Banjar.

Bidang ekonomi


  • Dikuasainya tambang batubara dan perkebunan di daerah Kalimantan Selatan.


Perang Banjar

Perang Banjar (1859-1905) ialah perang perlawanan terhadap penjajahan kolonial Belanda yang terjadi di Kesultanan Banjar yang meliputi wilayah provinsi Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah.

Perang Banjar berlangsung antara 1859 -1905 (menurut sumber Belanda 1859-1863). Konflik dengan Belanda sebenarnya sudah mulai sejak Belanda memperoleh hak monopoli dagang di Kesultanan Banjar. Dengan ikut campurnya Belanda dalam urusan kerajaan, kekalutan makin bertambah. Pada tahun 1785, Pangeran Nata yang menjadi wali putra makota, mengangkat dirinya menjadi raja dengan gelar Sultan Tahmidullah II (1785-1808) dan membunuh semua putra almarhum Sultan Muhammad. 

Pangeran Amir, satu-satunya pewaris tahta yang selamat, berhasil melarikan diri lalu mengadakan perlawanan dengan dukungan pamannya Arung Turawe, tetapi gagal. Pangeran Amir (kakek Pangeran Antasari) akhirnya tertangkap dan dibuang ke Srilangka.


Penyebab / Latar Belakang Perang Banjar


Penyebab umum Perang Banjar:

Sebab Umum
Rakyat tidak senang dengan merajalelanya Belanda yang mengusahakan perkebunan dan pertambangan di Kalimantan Selatan.
Belanda terlalu banyak campur tangan dalam urusan intern kesultanan.
Belanda bermaksud menguasai daerah Kalimantan Selatan karena daerah ini ditemukan pertambangan batubara. (Karena ditemukan Batubara di kota Martapura Belanda telah merencanakan untuk memindah ibukota kesultanan ke kota Negara - bekas ibukota pada zaman Hindu).

Penyebab Khusus Perang Banjar:

Sebab Khusus
Karena Pangeran Hidayatullah yang seharusnya menjadi Sultan Banjar tidak disetujui oleh Belanda yang kemudian menganggap Tamjidullah sebagai sultan yang sebenarnya tidak berhak menjadi sultan. Kemudian setelah Belanda mencopot Tamjidullah dari kursi sultan, Belanda membubarkan Kesultanan Banjar.


Strategi Perang Banjar


Pangeran Hidayatullah dan Pangeran Antasari menggunakan strategi perang gerilya dengan membuat kerajaan baru di pedalaman dan membangun benteng-benteng pertahanan di hutan-hutan.


Tokoh-tokoh Perang Banjar


Tokoh rakyat Banjar Pada Perang Banjar:
Pangeran Hidayatullah, Pangeran Antasari, Aling, Tumenggung Antaludin, Tumenggung Surapati, Demang Lehman, Panglima Bukhari, Tumenggung Jalil, Panembahan Muhammad Said, Panglima Batur, Panglima Wangkang, Penghulu Muda, Penghulu Rasyid, Penghulu Suhasin, Tagab Obang, dan Muhammad Seman.

Tokoh pihak kolonial Belanda:
Augustus Johannes Andresen, George Frederik Willem Borel, Karel Cornelis Bunnik, F.P. Cavaljé, P.P.H. van Ham, Karel van der Heijden, Christiaan Antoon Jeekel, H.L. Kilian, Franz Lodewijk Ferdinand Karel von Pestel, Evert Willem Pfeiffer, Joost Hendrik Romswinckel, Charles de Roy van Zuydewijn, C.E. Uhlenbeck, Gustave Verspijck, Johannes Jacobus Wilhelmus Eliza Verstege, Jacobus Agustinus Vetter


Medan / Lokasi Tempat Perang Banjar

Daerah pertempuran berada di daerah Kalimantan Selatan dan sebagian Kalimantan Tengah. Termasuk di daerah sungai Barito.


Kapan Akhir perang Banjar ?

Setelah Pangeran Hidayatullah tertangkap dan Pangeran Antasari wafat, perjuangan tetap berlanjut yang di pimpin oleh Gusti Mat Seman, Gusti Acil, Gusti Muhammad Arsyad, dan Antung Durrahman. Oleh pemimpin-pemimpin tersebut, rakyat masih bergerilya dengan se-sekali melakukan serangan kepada Belanda sampai awal abad ke-20.

Semoga Artikel Perang Banjar diatas bisa menambah wawasan Sejarah / IPS sobat semua.

Referensi : Wikipedia
Description: Perang Banjar Rating: 4.5 Salam Terlambat

0 comments:

Poskan Komentar