4.6( 8864)

Konflik dan Solusinya

Konflik Dan Solusinya – Sobat Pernah mendengar kata Konflik ? Atau jangan-jangan sobat malah pernah terperangkap dalam sebuah konfil. Pada kesempatan kali ini Terlambat.info akan berbagi artikel seputar Konflik dan solusinya


Arti dari Konflik

Secara Sosiologis konflik diartikan sebagai proses sosial antara dua orang atau lebih (bisa juga kelompok) dimana salah satu pihak berusaha menyingkirkan pihak lain dengan menghancurkan atau membuatnya tidak berdaya. 

Menurut kamus besar bahasa Indonesia kata konflik adalah percekcokkan, perselisihan, pertentangan. Konflik berasal dari kata kerja bahasa latin yaitu configure yang berarti saling memukul. Jika dilihat definisi secara sosiologis, konflik senantiasa ada dalam kehidupan masyarakat sehingga konflik tidak dapat dihilangkan tetapi hanya dapat diminimalkan.

Konflik dan Solusinya
Konflik


Solusi Mengatasi Konflik


Ada berbagai cara untik mengatasi konflik secara baik-baik berikut ini beberapa solusi ketika menghadapi konflik :

Mengatasi konflik antara pihak-pihak yang bertikai tergantung pada kemauan pihak-pihak yang berkonflik untuk menyelesaikan masalah. Selain itu juga peran aktif dari pihak luar yang menginginkan redanya konflik. Berikut adalah cara-cara untuk mengatasi konflik yang telah terjadi :
  • Tawar-menawar. Suatu penyelesaian yang dapat diterima oleh kedua belah pihak dengan mempertukarkan kesepakatan yang dapat diterima.
  • Pemecahan masalah terpadu. Usaha pemecahan masalah dengan memadukan kebutuhan kedua belah pihak. Proses pertukaran informasi, fakta, perasaan, dan kebutuhan berlangsung secara terbuka dan jujur. Menimbulkan rasa saling percaya dengan merumuskan alternative pemecahan secara bersama dengan keuntungan yang berimbang bagi kedua pihak.
  • Penarikan diri. Cara menyelesaikan masalah dengan cara salah satu pihak yang bertikai menarik diri dari hubungan dengan pihak lawan konflik. Penyelesaian ini sangat efisien bila pihak-pihak yang bertikai tidak ada hubungan. Bila pihak-pihak yang bertikai saling berhubungan dan melengkapi satu sama lain, tentu cara ini tidak dapat dilakukan untuk menyelesaikan konflik.
  • Pemaksaan dan penekanan. Cara menyelesaikan konflik dengan cara memaksa pihak lain untuk menyerah. Cara ini dapat dilakukan apabila pihak yang berkonflik memiliki wewenang yang lebih tinggi dari pihak lainnya. Tetapi bila tidak begitu cara-cara seperti intimidasi, ancaman, dsb yang akan dilakukan dan tentu pihak yang lain akan mengalah secara terpaksa.
  • Rujuk. Rujuk merupakan usaha pendekatan demi terjalinnya hubungan kerjasama yang lebih baik demi kepentingan bersama pula.
  • Persuasi. Persuasif adalah mengubah posisi pihak lain, dengan menunjukan kerugian yang mungkin timbul, dan bukti factual serta dengan menunjukkan bahwa usul kita menguntungkan dan konsisten dengan norma dan standar keadilan yang berlaku.

Lalu, bagaimana ketika ada konflik yang lagi Heboh di Indonesia KPK VS Polri oktober 2012 ini? bagaimana kira-kira solusi konflik KPK VS POLRI ? Simak artikel yang terlambat.info dapat dari situs inilah.com dibawah ini :

Spekulasi & Solusi KPK VS POLRI


Spekulasi bermunculan menyusul sikap KPK menghadapi Polri dalam kasus korupsi Simulator SIM. Persoalan tambah runyam dengan disangkut-pautkannya spekulasi publik bahwa Presiden SBY lamban menangani persoalan dua institusi hukum tersebut.


Spekulasi merebak merebak bahwa ada upaya membenturkan KPK dengan Presiden SBY. "Tidak benar Ketua KPK pernah menyatakan melalui Twitter dan menyebut nama Presiden," kata Juru bicara KPK, Johan Budi . Johan menjelaskan, Ketua KPK Abharam Samad tidak punya akun Twitter sehingga tidak mungkin menggunakannya untuk berkomunikasi dengan publik.

Seperti diketahui, sejak KPK digeruduk sejumlah polisi pada Jumat malam pekan lalu, gerakan 'menyelamatkan' komisi antirasuah ini semakin gencar dilakukan, tak terkecuali di dunia maya.

Melalui akun Twitter, para pendukung KPK mengumpulkan kekuatannya melalui #saveKPK. Situs Hashtracking.com mencatat pembicaraan di hastag itu sudah diikuti oleh 1.462.116 orang dalam tempo 24 jam.

Dalam hastag itu, mereka yang mendukung KPK mempertanyakan, "Di mana Bapak Presiden SBY?". Mereka seolah mencari orang nomor satu di negeri ini yang dianggap dapat menengahi masalah antara KPK dan Polisi.

Dalam carut marut KPK vs Polri itu, adakah solusinya yang arif dan bijak? Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Indonesia Hikmahanto Juwana mengajukan lima solusi yang bisa diambil guna mengatasi polemik dua lembaga penegak hukum ini.

Pertama, Presiden meminta kepada Kapolri menyerahkan kasus SIM Simulator ke KPK. Perdebatan yang bersumber pada peraturan perundang-undangan dan MoU harus dihentikan. "Dalam kasus SIM simulator yang menjadi pihak yang disangka adalah anggota Polri sehingga untuk menghindari benturan kepentingan (conflict of interest) harus dilakukan oleh KPK," kata Juwana. Di kemudian hari bila personel KPK atau Kejaksaan yang terlibat, maka tidak boleh institusi tersebut yang melakukan proses hukum.

Kedua, Polri tidak melakukan penarikan penyidiknya yang bertugas KPK, termasuk yang sudah melapor ke kepolisian dan telah diberi tugas baru. Mereka harus dikembalikan ke KPK untuk melanjutkan tugas yang belum selesai. Penarikan akan dilakukan setelah ada koordinasi dengan KPK bahwa tugas mereka telah selesai.

Ketiga, penyidik Polri yang hendak berkarir di KPK harus memenuhi prosedur yang berlaku di Polri. KPK harus menghormati etika yang berlaku antarinstansi. Untuk menjamin agar tidak ada gangguan dalam proses pindah instansi ini maka Kompolnas akan melakukan supervisi.

Keempat, jajaran Polri harus menghentikan akrobat hukum yang penuh dengan kejanggalan yang bisa dipersepsikan oleh publik sebagai pelemahan terhadap KPK dan menghentikan proses hukum terhadap personil Kepolisian. Teladan Kapolri Sutanto harus diikuti, di mana sejumlah perwira tinggi tidak dihalangi ketika harus menghadapi tuduhan tindak pidana korupsi.

Kelima, Kapolri diminta untuk melakukan investigasi atas inisiatif Polda Bengkulu yang hendak melakukan penangkapan atas Kompol Novel Baswedan. Investigasi ini harus mengikutsertakan anggota Kompolnas. Inti dari investigasi adalah apakah tindakan hukum tersebut memang benar-benar ada atau sekedar dirancang atau direkayasa?

Bila benar dan memiliki dasar yang kuat, proses hukum tetap dilakukan namun setelah Kompol Novel menjalankan tugas penting di KPK. Namun bila inisiatif Polda Bengkulu itu tidak benar, maka harus dilakukan proses sanksi internal terhadap anggota-anggota Polda Bengkulu yang terlibat.

Upaya apapun sudah selayaknya ditempuh untuk mengakhiri pertikaian antara KPK dan Polisi. Tentunya dengan penyelesaian yang bisa diterima oleh kedua belah pihak. Mengingat dua lembaga ini sangat dibutuhkan perannya dalam penegakan hukum di Indonesia.

Sehingga carut-marut KPK versus Polri bisa diakhiri, tanpa harus menyeret Presiden/Istana lebih jauh ke dalam pusaran konflik yang ruwet dan merugikan negara itu.


Smoga artikel Konflik dan Solusinya ini dapat meberikan informasi yang bermanfaat bagi sobat Terlambat semua.

1 comments: