4.6( 8864)

Kronologi Konflik Antar Desa di Lampung Oktober 2012

Kronologi Kerusuhan Antar Desa Di Lampung - Indonesia kembali didera berita kurang mengenakan. Kali ini terjadi bentrok (lagi) atau kerusuhan antar desa yang terjadi di Lampung bahkan sampai mengakibatkan korban jiwa dan beberapa rumah di bakar. Diduga bentrok di lampung disebabkan permasalahan yang berawal dari pelecehan. Info lebih lengkapnya sobat terlambat bisa membaca berita terbaru kronologi bentrok antar desa yang terlambat.info dapatkan dibawah ini.


Kerusuhan Lampung Oktober 2012
Ribuan warga terlibat penyerangan dan pembakaran rumah di Desa Balinuraga, Kecamatan Kalianda, Lampung Selatan

Kronologi (Konflik) Bentrok Antar Desa Oktober 2012


Bentrok warga antardesa yang memakan korban jiwa serta harta benda kembali terjadi di Provinsi Lampung.

Kali ini Konflik di Lampung dipicu dugaan pelecehan seks yang menimpa dua gadis remaja. Akibat bentrok, 3 warga tewas (update jadi 14 orang), seorang kritis, dan 8 rumah dibakar massa. Minggu (28/10) dinihari.
Keributan terjadi antara warga Desa Agom dan Desa Balinuraga, di Kecamatan Kalianda, Kabupaten Lampung Selatan.

Kronologi kejadian  amuk massa itu berawal Sabtu (27/10) malam saat 2 gadis remaja dari Desa Agom, Nu, 19, dan Em, 18, yang melintas di Desa Balinuraga,  jatuh dari motor.
Kedua gadis ini bukannya mendapatkan pertolongan dari para pemuda yang nongkrong di desa itu malah dilecehkan dengan cara dicolek-colek tubuhnya.

Tidak terima diperlakukan tak senonoh membuat kedua gadis ini melapor kepada kedua orangtuanya. Kemudian ratusan warga Agom menyerang  Desa Balinuraga.
Ternyata  pada saat diserang, warga Desa Balinuraga sudah siap dengan sejumlah tombak yang langsung dihujamkan ke arah penyerangnya. Akibat ayunan tombak ini  menewaskan tiga penyerang dari Desa Agom  dan 1 orang sekarat. Korban tewas Yahya, 40, Marhadan, 35, dan Alwi, 35, sedangkan yang sekarat Ramli.

SEMAKIN PANAS
Massa dari Desa Agom semakin panas setelah mengetahui warganya yang melakukan penyerbuan pada Minggu (28/10) dinihari pukul 03:00 itu terbunuh.
Informasi adanya penombakan itu kontan menyebar luas hingga ke berbagai desa tetangga Desa Agom. Warga pun terbakar emosinya dan   siap membantu menyerang kembali.
Ribuan warga kemudian berkumpul lalu berjalan kaki menyerang Desa Balinuraga di Minggu dinihari itu.

Suasana Desa Balinuraga mencekam, sejumlah rumah warga hangus dibakar massa. Massa melampiaskan emosi dengan merusak dan membakar apa saja yang mereka temui. Desa Balinuraga saat itu sudah ditinggalkan penghuninya menyelamatkan diri. Ada sekitar 8 rumah yang rata dengan tanah dilalap api.

Massa yang membawa senjata tajam dari mulai parang, pedang, golok, clurit, bahkan senapan angin itu, tidak mampu dibendung anggota Brimob yang jumlahnya kalah banyak dibanding jumlah massa.

Bahkan massa juga memblokir jalur lintas tengah Sumatera di antara dua desa tersebut sehingga membuat lalu lintas macet total.

DIJAGA KETAT BRIMOB
Ade, Camat Way Panji, Kalianda, Lampung Selatan menjelaskan, 3 kompi Brimob sudah bersiaga melakukan pengamanan di Desa Balinuraga yang diserang warga tetangganya.
Sementara Kabid Humas Polda Lampung, AKBP Sulistianingsih, mengatakan 600 anggota Brimob dari Polda Lampung dibantu TNI sudah dikerahkan melakukan penjagaan ketat di Desa Balinuraga maupun Desa Agom.

“Polisi berusaha memenangkan warga dan membuat susana kondusif di kedua desa tersebut. Para tokoh masyarakat sudah dikumpulkan untuk mencegah kerusuhan meluas. Pelaku pembunuhan maupun pembakaran akan ditindak tegas,” kata AKBP Sulis.



Update Berita Terbaru Konflik Lampung : Korban 14 Orang Tewas


Total korban meninggal dalam bentrokan antara massa dari Kampung Agom Kecamatan Kalianda dan Desa Balinuraga Kecamatan Way Panji Lampung Selatan sebanyak 14 orang.

Korban Kerusuhan Balinuraga Lampung Selatan

Menurut Kapolres Lampung Selatan AKBP Tatar Nugroho mengatakan, bahwa empat korban merupakan korban meninggal pada saat bentrokan hari Minggu (28/10/2012) lalu. Sedangkan 10 korban merupakan korban meninggal pada saat bentrokan hari Senin (29/10/2012) kemarin.

"Saat bentrok hari Minggu lalu ada tiga korban meninggal dan satu kritis di RS Bandar Lampung. Senin kemarin korban yang kritis tersebut juga meninggal dunia," paparnya.
Tatar menambahkan, empat korban merupakan massa dari pihak kampung Agom. Sedangkan 10 korban merupakan massa dari kampung Balinuraga. Saat ini beberapa korban jiwa masih diindentifikasi.

Semoga bentrok di Lampung Oktober 2012 ini menjadi KONFLIK yang terakhir di Indonesia. Semoga kita bisa tetap damai dan para warga di Lampung serta kota lain bisa hidup tentram.


Referensi : PosKotaNews.com
Description: Kronologi Kerusuhan Antar Desa Lampung
Rating: 4.5 Salam Terlambat

9 comments:

  1. kita tidak usahlah mencari mana yang salah dan mana yg benar,,, klw memang faktanya org bali yang pertama membuat pelecehan, kan bisa diomongin baik2,, siapa orangnya kita adili sama2 biar tidak kebiasaan,,kan kasian org2 yg tdk bersalah menjadi korban,, kita tdk usah berpikir picik merasa suku ini yg paling benar dan ini yg salah,,, semua suku itu ada org yg baik dan ada yg tidak baik, mustahil suatu suku semuanya org baik. kita ini orang indonesia jgn dikit2 main suku, apa si yg di dapat stelah perang antar sodara??? yg ada kita was2 mw prgi kmna. sudahlah cukup sampai disini aja,, kita harus belajar dri konflik2 antar suku yg sudah terjadi, apa yg mreka dapat?? tidak ada kan... saya sbg orang bali mengajak warga bali dan lampung untung saling memaafkan jangan pernah ada perang antar suku lagi,,, kita ini sodara semua orang indonesia,,, ingat semboyan negara kita bhineka tunggal ika,, berbeda beda tapi tetap satu,,,

    BalasHapus
    Balasan
    1. Setuju sekali, orang yg berbuat salah cukup dilaporkan kepihak berwajib, dan ditindak menurut hukum yg berlaku, bukannya bertindak sendiri dan mengajak orang lain untuk main hakim sendiri apalagi ngajak orang sekampung, sekelurahan, mau jd perang saudara ?....mau jd apa ngara Indonesia ini, makanya pakai rasional dan akal sehat bukan kaya orang primitf zaman purbakala

      Hapus
  2. BENAR........... SETUJU SEKALI..........
    semua masalah ada solusinya... daripada perang saudara lebih baik berperang dengan korupsi yang tak pernah ada habisnya...

    BalasHapus
  3. saya hanya mau mengajak kepada semua instansi terkait...mari membunuh kebiasaan tawuran sedini mungkin,hukum berat anak sekolah yang terlibat tawuran.itulah pencegahan.Orang indonesia kok kalah sama orang utan.....lucu sekali!!!!

    BalasHapus
  4. gak mungkin orang bali brni macem2 di negeri orang

    BalasHapus
  5. benar tuh kata "sunny cinta bali",, menurut info yang saya baca di koran dan yang saya dengar di televisi,,, saat dimintai keterangan kedua gadis itu mengaku tidak pernah dilecehkan,, orang tua kedua gadis itu pun menyesalkan kejadian ini,,,
    isu itu sangat cepat menyebar lewat mulut ke mulut...
    intinya masyarakat disana mudah terprovokasi oleh isu-isu yang belum jelas kebenarannya......

    BalasHapus
  6. benar tuh kata "sunny cinta bali",, menurut info yang saya baca di koran dan yang saya dengar di televisi,,, saat dimintai keterangan kedua gadis itu mengaku tidak pernah dilecehkan,, orang tua kedua gadis itu pun menyesalkan kejadian ini,,,
    isu itu sangat cepat menyebar lewat mulut ke mulut...
    intinya masyarakat disana mudah terprovokasi oleh isu-isu yang belum jelas kebenarannya......

    BalasHapus
  7. terima kasih atas data yang insaalloh akurat, data ini saya ambil (copy) untuk saya analisa sosiologi. semoga makalah saya dengan sumber yang saya ambil dari sini bisa bermanfaat bagi saya pribadi dan teman mahasiswa di jogjakarta. amin.

    BalasHapus