4.6( 8864)

Cara Memotret Landscape | Tips Lengkap

Memotret Landscape -Ada prinsip dasar dalam landscape photography dan amatir sekali yaitu asal obyek pemandangan yang luas bisa masuk semua ke frame ke frame. Ternyata ada hal-hal yang perlu dipahami secara lebih serius jika sobat terlambat ingin memfokuskan diri ke dalam landscape photography.

Apa Itu Foto Landscape
Pengertian Fotografi Landscape adalah fotografi pemandangan alam atau dalam pengertian lain adalah jenis fotografi yang merekam keindahan alam, dapat juga dikombinasikan dengan yang lain seperti manusia, hewan dan yang lainnya, namun tetap yang menjadi fokus utamanya adalah alam.

Bila sobat Terlambat.info ingin mencoba mengambil foto landscape bisa mengikuti beberapa tips trik tutorial cara memotret landscape yang terlambat.info dapatkan dari detik.com dan blog Ekowahyu.com dibawah ini.


Teknik Fotografi Landscape


1. Persiapkan Tripod yang kokoh
2. Kabel Rilis
3. Filter:

- Filter CPL untuk memekatkan langit.
- Filter ND untuk menurunkan eksposur agar bisa menggunakan speed lambat.
- Filter Graduated ND untuk menahan eksposur di bagian (biasanya langit) apabila terlalu kuat.

Memotret Landscape


Tidak hanya perlengkapan saja, saat di lapangan Anda sebaiknya melakukan hal-hal berikut:

Tips Memotret Landscape


1. Datang ke lokasi minimal satu jam lebih awal untuk mempelajari situasi guna menentukan spot di mana Anda akan memotret.
2. Adakan pendekatan dengan masyarakat setempat untuk mendapatkan informasi mengenai lokasi yang menarik.
3. Jaga sopan santun dan jangan meninggalkan bekas makanan maupun minuman.

Sedangkan untuk komposisi foto:

a. Pastikan garis horizon tidak miting.
b. Pertimbangkan foreground agar foto terlihat lebih berdimensi.
c. Bila langitnya bagus, beri porsi kira-kira 2/3 bagian, atau sebaliknya apabila daratannya yang lebih bagus.


Teknik Memotret Landscape


a. Pertimbangkan bukaan yang kecil (biasanya antara f/11 - f/22) untuk mendapatkan ruang tajam yang memadai.
b. Gunakan speed lambat untuk memotret air terjun atau ombak laut agar airnya lembut seperti kapas.
c. Coba berbagai White Balance untuk mendapatkan nuansa yang unik.

Bagi penyuka landscape photography, istilah hyperfocal distance (jarak hiperfocal) mungkin tidak begitu asing. Tetapi bagi pemula dan pembelajar yang memulai menyukai landscape photography seperti saya, tentu istilah ini perlu ditelusuri lebih lanjut.
Hyperfocal Distance. Dari beberapa sumber yang saya peroleh, berikut ini adalah beberapa pengertian dasar tentang hyperfocal distance.
  1. Fokuskan lensa pada hyperfocal distance dan segala sesuatu mulai dari jarak paling dekat sampai tak terhingga akan tajam. Foto landscape seringkali diambil menggunakan lensa ayng difokuskan pada hyperfocal distance; obyek yang dekat dan jauh akan tajam di dalam foto tersebut.
  2. Jarak dari lensa ke suatu titik focus dimana dari titik focus tersebut ke infinity (tak terhingga) adalah tajam. Tambahan: setengah dari jarak dari titik tersebut kearah lensa juga ikut tajam (acceptable sharpness).  Ini dikarenakan sebetulnya kita meletakkan titik focus dari kamera/lensa kita pada titik jarak hiperfocal tersebut untuk mendapatkan bidang DOF (depth of field) seluas-luasnya dari titik/jarak tersebut ke infinity (tak terhingga) tapi kurang lebih setengah jarak dari titik tersebut kedepan (kearah) lensa juga ikut tajam dalam batasan acceptable sharpness (ketajaman yang masih bisa diterima).
  3. Hyperfocal distance adalah jarak dimana semua obyek dapat dimasukkan ke dalam fokus “yang dapat diterima”. Berdasarkan nilainya, ada dua pengertian tentang hyperfocal distance. Pertama, hyperfocal distance adalah jarak terdekat dimana lensa dapat difokuskan sementara obyek pada jarak tak terhingga tetap tajam; yakni jarak fokus dengan depth of field maksimal. Ketika lensa difokuskan pada jarak ini, semua obyek pada jarak setengah hyperfocal distance sampai ke tak terhingga akan tajam. Pengertian kedua, hyperfocal distance adalah jarak dimana semua obyek tampak tajam, untuk lensa yang difokuskan pada titik tak terhingga. Kedua pengertian ini tidak perlu menyebabkan kebingungan karena pada dasarnya sama.
Dari ketiga penjabaran di atas, pada dasarnya adalah sama. Intinya di sini adalah pada landscape photography, semua obyek yang akan difoto harus tajam, tidak ada out of focus, background blur (bokeh) atau apapun (dalam batas toleransi tertentu).
Gambar di bawah ini bisa dijadikan patokan dalam teknik Landscape.
Teknik Lanscape
Pada gambar tersebut, titik fokus yang dijadikan acuan adalah gambar pohon ketiga dari fotografer. Nah, karena titik fokusnya di situ, maka bidang ketajaman atau depth of field yang akan diperoleh adalah dari 1/2 hyperfocal distance sampai tak terhingga. Dengan teknik ini, maka gambar yang diperoleh akan tampak “tajam semua”.

Pada konsep landscape photography dan hyperfocal distance, penggunaan lensa sangat menentukan. Biasanya, lensa yang cocok digunakan untuk pengaplikasian hyperfocal distance adalah lensa normal dan wide-angle. Ini dikarenakan lensa tipe ini memiliki hyperfocal distance yang relatif pendek jika aperture diset pada angka besar (bukaan kecil). Misalnya hyperfocal distance untuk lensa 17mm yang diset menggunakan aperture 1/16 pada kamera 35mm (full frame) adalah sekitar 0.6 meter. Sehingga segala sesuatu yang berjarak mulai 0.3 meter sampai tak terhingga akan tampak tajam.
Lensa tele sangat jarang dipergunakan untuk pengaplikasian hyperfocal distance karena lensa seperti ini memiliki hyperfocal distance yang relatif jauh. Misalnya hyperfocal distance untuk lensa 200mm yang diset menggunakan aperture 1/16 pada kamera 35mm (full frame) adalah sekitar 83 meter! Sehingga segala sesuatu yang berjarak mulai 41.5 meter sampai tak terhingga akan tampak tajam. Oleh karena itu lensa tele kurang begitu cocok digunakan untuk landscape photography karena obyek yang dekat di depan anda tidak akan tampak tajam.
Contoh Foto Landscape
Landscape
Foto Landscape
Gambar Landscape

Semoga Tips Fotografi Landscape diatas bisa menambah wawasan sobat terlambat semua.

Description: Cara Memotret Landscape
 Rating: 4.5 Salam Terlambat

0 comments:

Poskan Komentar