4.6( 8864)

Puisi Patah Hati Terbaru Lengkap

Kumpulan Puisi Patah Hati - Patah hati - Putus Cinta - Ditolak Pacar - Diselingkuhin , kuyakin hampir semua diantara sobat pernah mengalami nyang namanya patah hati dalam bercinta. Biasanya kalau lagi patah hati bawaannya galau, bikin status di Facebook dengan kalimat-kalimat sedih atau dengar lagu melow.

Selain cara diatas, ada juga yang ngungkapin Patah Hatinya lewat sebuah Puisi loh.
Nah Dibawah ini adalah Koleksi Kumpulan Puisi Patah Hati Terbaru yang terlambat.info kumpulkan dari berbagai penulis dan dari berbagai sumber hingga oktober 2012 ini, berhubung aku gak jago bikin puisi :

Baca Juga : Puisi Cinta
Puisi Patah Hati

Kumpulan Puisi Patah Hati

Cemburu
Rasa cemburu ini,
tiba-tiba muncul di saat aku menyaksikan langsung kau di rangkul oleh orang laen selain aku,
Aku tak mampu berbuat apa-apa,
Aku tak mampu mencegahnya,
Aku sadar,
aku bukanlah kekasihmu,
Yang pantas mengurusi masalah pribadimu,
Meskipun aku sangat mencintaimu,
Namun,
Rasa cintaku ini, tak mampu aku luapkan kepadamu,,
Biarlah, aku sendiri yang merasakan semua ini,
Biarlah,, rasa cintaku padamu aku pendam di dada ini,
Dan rasa cemburu yang begitu besar ini,
Biarlah menghiasi dan berlalu dengan sendiri…
Cukup Sampai Disini
Kebohongan itu begitu itu indah saat keluar dari bibirmu,..
Penghianatan itu terlihat sangat wajar jika kamu yang melakukannya,..
Begitu mudah kau kuburkan cerita indah kita..
Begitu mudah kamu berkata… kita “cukup sampai disini”.
Aku seperti kehilangan kaki untuk berdiri
Aku seperti kehilangan mata untuk melihat
Bagaimana cara aku melupakan kamu…
Harus dimana aku tempatkan diri ini jika bertemu kamu…
Yang aku tau, janji dan impian kita tak mungkin lagi bisa terwujud,..
Yang aku tau semua hal yang dulu manis, kini berubah menjadi sangat menyakitkan..
Entah mengapa kamu berubah hati padaku..
Entah mengapa tak ada kesempatan kedua untukku..
Entah mengapa begitu mudah kamu putuskan cinta kita..
Bahkan entah mengapa sampai saat ini kamu tak pernah katakan, apa salahku..
Padahal sudah kugantungkan seluruh harapanku padamu..
Padahal sudah kuserahkan segalanya untuk kamu..
Walau kadang terkesan hati ini mengiba atas cintamu..
Entahlah, mungkin memang semua ini harus berakhir sampai disini..
Mengapa aku berfikir, jalan ini terlalu pahit dan rumit untuk kulalui…
Mengapa kadang aku berfikir tak ada lagi hari yang harus aku lalui..
Apakah harus kuakhiri hidup sampai disini..
Mungkin, lebih baik aku mati…
Aku kecewa..
Aku putus asa..

Puisi Patah Hati Lucu : Karena Kau Patahkan Hatiku

Aku merasakan patah hati ini
seperti batu koral
yang menimpuk jidat,
Benjol...

Aku merasakan patah hati ini
seperti pukulan Chris Jhon
yang bertubi-tubi
Babak belur...

Aku merasakan patah hati ini
seperti bau kentut
tetanggaku yang gendut
Bikin aku semaput...

Tapi aku benjol bukan karena ditimpuk batu koral
Aku babak belur bukan karena dipukul Chris Jhon
Dan aku semaput bukan karena mencium bau kentut

Tapi karena kau
telah patahkan hatiku

Ciamis, 1 Juni 2010
Lukas Gentara Adminnya  Gen 22 ^_^


Dipasung Sunyi

malam ini duka
rembulan mengasingkan diri dari ratapan malam

kecewa,

cahayanya yang kala itu purnama
dibalas dengan lolongan Serigala

Jadi tak perlu kau bawa tangismu
yang air matanya dusta
Aku bukan Pangeranmu..!

Sinkirkan ratapan
yang isinya kebohongan itu
jauh dari telingaku

Aku muak...
Aku benci ini..!!!

Wajahmu yang rupawan
menjadikanmu elok dan menawan
Tapi aku terlanjur luka, Bidadari!

Sejak itu
Kubiarkan hati dipasung sunyi.

Bandung, Januari 2008
Lukas Gentara


Update Puisi Patah Hati dari para Komentator
Anonim mengatakan...

serpihan kenangan ini
berserakan dimana-mana
tak bisa kurangkai lagi
hingga membentuk sampah yang berserakan
bagaikan memecahkan pazzel kehidupan
serpihan itu sulit untuk di rangkai kembali
terasa begutu berat dalam merangkai
karna rasa sakit yang tLah tertanam
hanya semangat yang tersisa
dalam usaha merangkai kembali pazzel itu
hanya rasa ikhlas yang akan memberikan jalan
agar serpihan itu dapat terangkai kembali
dalam bentuk lukisan kehidupan cinta yang indah

by. deny fadjar suryaman..
Rabu, April 20, 2011


rina siti nuraisyah mengatakan...

aku lelah menutupi tangisan dengan senyuman.
hanya senyum palsu yang menghapus air mataku
terkadang aku bisa jadi pelangi.
tapi aku juga bisa jadi hujan bahkan badai sekalipun bila tersakiti !

Sabtu, April 23, 2011


call me lulugh on Minggu, April 17, 2011 mengatakan...

dan inilah kehidupan.q yg sbenarnya, sendiri, sepi, sunyi,
hanya kisah dan kata yg terukir dg pena yg mampu menghibur jiwa tak sempurna....

cinta.. semakin lama semakin semu dan maya....
kebebasan berlari menjauhi kenyataan,,,
hanya kepahitan yg kini berkawan....

teman.. tak ada satupun keindahan mampu mengalahkannya,,,
bahkan harta dan tahta tak mampu menandingi kemewahannya,,,
kemewahan yg muncul dari kesederhanaan,,,
kesederhanaan dlm sebuah kebersamaan,,,
itulah yg q sebut pertemanan...

lawan,, tak kan ada yg mampu menebak jk suatu saat dia akan menjadi kawan,,,
begitupun sebaliknya....

benci,, suatu saat akan bermetamorfosis menjadi cinta...


Lillah mengatakan...

Ktika Cinta di uji, Haruskah Airmata jd Korban_??

Ktika Cinta dipermainkan,Haruskh Hati yg Hancur_??

Ktika Cinta diHianati, Pntaskah unTk diperTahankn_??

LALU........

Untk apa Cinta Diungkapkan Kalau hnYa Untk dipermainkan_______??????????


Alban Tinggal Atu on Minggu, Februari 20, 2011 mengatakan...

Dibalik tirai indahnya ku rasakan sebuah belati yang menyayat hati, Seakan mematri menggoreskan rasa yang selalu menghantui,
Perlahan namun pasti ia mgnhampiri
Laksana racun yang mengalir didalam darah ia menghentikan denyut nadi
Apa gerengan kini yang selalu hadir mengisi hari
datang seakan merenggut mimpi-mimpi

namun kini aku sadari bahwa aku telah patah hati..
Remuk Hati Ini
senja menutupi mega
rintik gerimis mewarnai hari
hati yang telah patah
terbasahi hujan air mata
kau pergi tiada pamit
tetes darah yang kau tinggalkan
menjadi luka di hati
Ya Allah…..
tempatkan lah ia di surga-Mu
pertemukan lah kami
dengan Kasih dan Ridha-Mu
Amien.
Lupakan Hati Ini
saat daun kering berjatuhan
angin kemarau membelai diri
ku terdiam terpaku
saat kau memilih tinggalkan ku
tapi tak mengapa
ku tak membendung tangis
kepergianmu
anugrah bagiku
semoga kau temukan kebahagiaan disana
bersamanya lalui dunia
kini ku bahagia bersama sepi
tiada yang lebih baik darimu
selain seseorang yang mau mengerti diriku
kini ku larut dalam pencarian terakhir
kuyakin Tuhan bersamaku
Kekasih Yang Tak Dianggap
aku mentari tapi tak menghangatkanmu
aku pelangi tak memberi warna di hidupmu
aku sang bulan tak menerangi malammu
aku lah bintang yg hilang ditelan kegelapan
selalu itu yg kau ucapkan padaku
sebagai kekasih yg tak dianggap
aku hanya bisa mencoba mengalah
menahan setiap amarah
aku sang bulan tak menerangi malammu
aku lah bintang yg hilang ditelan kegelapan
sebagai kekasih yg tak dianggap
aku hanya bisa mencoba bersabar
ku yakin kau kan berubah
Semua Palsu
teringat masa indah bersamamu ..
tiada ragu jalani hidup denganmu ..
banyak kata terucap untukku ..
takku kira semua itu palsu ..
kau hancurkan aku ..
teganya dirimu ..
kau bohongi aku ..
kau duakan cintaku ,,
kau sakiti hati nii yg setia menyayangimu …
banyak kata terucap manis untukku ..
takku kira semua itu palsu ..
kau hancurkan aku ..
teganya dirimu
Karya : Dio Nanda Surya Pratama
Kepada Senja
Kepada senja aku mengadu
Menangisi kepergianmu dari hidupku…
mengapa bahagia itu hanya sesaat saja..
Laksana hujan yang terus mencumbui bumi…
Laksana gerimis yang selalu mendekap pagi..
Aku disini terpaku dalam diam..
Kepada senja aku mengadu..
Betapa pedih hatiku ini
Kau menghilang bak ditelan bumi..
Hanya goresan kecil yg menyayat kalbu..
kau tancap dalam pilunya hatiku…
Bahwa kau tak bisa mencintaiku…
Kepada senja aku mengadu
Rindu ini menghujam jantungku
Bagai ombak besar yg menghantam dadaku
Hingga aku tak bisa bernafas karena desakan
rasa rindu yg sangat kuat…
Oh cinta mengapa taqdirnya begitu kejam..
Kau berikan aku dia tp kau sekap dia dalam kesunyian malam..
kini aku hanya pasrah dalam diam
Hatiku telah membeku dimakan waktu
KABAR HUJAN
Apa kata hujan hari ini?
Dia masih menangis sedih
Karena bumi yang diguyurnya masih menyisakan kemarau
Pohon-pohon belum juga menghijau
Daunnya meranggas
Rantingnya kurus pucat
Hanya akarnya yang tegar menghujam
Setia menanti hujan datang lagi di keesokan harinya
Seperti inikah jejak yang harus kutapaki?
(Mayank Ponimiring II. bibirmerahmembabibuta@yahoo.com)
DI UJUNG KATA-KATA
Lengkaplah sudah sepi ini mengurung sendiriku
Terkulai dikunyah nelangsa yang berapi-api
Menyusuri jalanan lengang
Bersimbah angan tanpa tujuan
Dalam derap gerimis yang pongah menghujam
Terbuai wajahmu menyusup bertubi-tubi
Membawa sebaris kata bahagia yg menenggelamkan nurani
Di atas pengharapan tak berkesudahan
Courtesy : www.terlambat.info
Tentang rindu kusam
Tentang cinta terbuang
Mengutip satu namamu di antara keluh kesah
Gundah gelisah, air mata, dan lara
Masihkah ada sedikit senyum darimu
Di batas penantianku yang kini makin terbata
Jika masih ada ruang di hatimu
Untukku, sedikit saja, tolong bicaralah
Pada tanah membentang
Pada pohon-pohon rindang
Dan angin yang mengusik keangkuhan
Setidaknya biar ada tanda yg bisa kubaca dan kuraba
Janganlah sepi yang hadir
Janganlah semu yang membeku
Karena aku selalu berjalan menujumu
HANYA PADAMU
Mataku terpejam tak mau
Anganku berontak tak lesu
Merekat pada ruang kamar
Berkutat pada riuh gaduh angin malam
Meronta lagi getar ini
Mengais lagi rindu bertali
Untukmu kuasah luka
Padamu kuasuh bahagia
Padamu cinta ingin kuakhirkan
Kupercayakan tanpa sebab yg harus diperdebatkan
Hanya padamu, itu saja..
KATA-KATA MATI
Kata-kata mati mengepungku
Terlalu banyak definisi yg hinggap hingga lidahku kelu
Kata-kata menjadi sedemikian langka
Seolah aku tak mampu membahasakan cintaku padamu
Semua telah terkurung di ruang pengharapanku
Berisi namamu serta berjuta kenangan yg hadir & kumaknai kedalamannya
Aku tak ingin membongkarnya,
Meski kata-kata mati telah menusukkan kesedihan di pusat jantungku
Courtesy : www.terlambat.info
Ungkapan Hati
    Bagi sang jiwa yang memeluk jiwaku,
    bagi hati yang mencurahkan rahasia-rahasianya
    pada hatiku,
    dan bagi tangan yang menyalakan api emosiku,
    aku persembahkan puisi ini

    CINTA
    Cinta..
    Kau hadir dengan sejuta harapan..
    Segenggam impian dan angan,
    Janjikan tawa canda penuh bahagia..
    Tapi mengapa harus luka yang kudapat??
    Kepedihan hati yang tak terobati,
    disaat hati ini telah kuyakini..

    Diantara bintang aku bertanya..
    berbiaskan cahaya rembulan..
    Apakah ini yang namanya cinta??
    Indah yang sekejap mata..
    namun sakitnya tak terhinnga..
    Kata-katapun tak mampu wakili..
    akan pedih hati ini..

    CINTA itu bahagia tapi menyakitkan..
    saat kita mencintai, kita bahagia..
    saat kita cemburu, kita terluka..

    Karena Kau Patahkan Hatiku

    Aku merasakan patah hati ini
    seperti batu koral
    yang menimpuk jidat,
    Benjol...

    Aku merasakan patah hati ini
    seperti pukulan Chris Jhon
    yang bertubi-tubi
    Babak belur...

    Aku merasakan patah hati ini
    seperti bau kentut
    tetanggaku yang gendut
    Bikin aku semaput...

    Tapi aku benjol bukan karena ditimpuk batu koral
    Aku babak belur bukan karena dipukul Chris Jhon
    Dan aku semaput bukan karena mencium bau kentut

    Tapi karena kau
    telah patahkan hatiku

    CINTA tak harus memiliki?
    “itu bohoong !!
    semua orang ingin memiliki, bahkan kadang merasa harus memiliki..

    Dengan melihat orang yang dicintai bahagia, kita pun bahagia?
    “bohoong”!!!
    kita hanya pura2 bahagia,,
    di saat hati kita sakit, itu mengajarkan kita untuk menjadi MUNAFIK..

    Hancur Retak
    Luluh Lantak
    Berkeping-keping
    Tinggal Puing

    Hitam Menjadi Putih
    Yang Ada Hanya Sedih
    Menghujam Relung Hati
    Jiwa Hidup Laksana Mati

    Mengerang Seperti Beruang
    Menjerit Menahan Sakit
    Saat Kau Menampar
    Bunga Mawar Yang Sedang Mekar

    Tak Kuasa Untuk Menjauh
    Tidak Pula Untuk Menahan
    Tapi Kau Telah Menempuh
    Jalan Kelam Percintaan


Kasih Tak Sampai

    Begitu tinggi dinding itu
    Sulit ku taklukan pertahanan hatimu
    Untuk ku gapai mahligai cintaku
    Tak dapat ku raih bahagiaku

    Hanya bertahan dalam dilema
    Tak berharap lebih dari yang ada
    Bagiku kau bagai bintang di surga
    Terlalu indah untukku meraihnya

    Ya Allah ihklaskan hati
    Buka hatiku agar bisa memahami
    Ihklasnya hatiku dalam mencintai
    Tegarkan hati melepaskanmu pergi

    Kita bagai bulan dan matahari
    Tak bisa bersatu walau satu hati
    Indah cintamu....
    Hanya bisa ku gapai dalam mimpi


Luka Saat Kau Tinggal Pergi

    Tak seindah kata..
    Engkau ucapkan Cinta...
    Karna yang aku rasa hanyalah derita..
    Keluka'an di jiwa semakin membara..

    Gemuruh suara hati kian tak mau berhenti..
    Mungkinkah cinta kan berakhir di sini..
    Perih ya luka saat kau tinggal pergi..
    Tapi tak satu pun yang mau mengerti..

    Berkelana selalu berkelana Cinta..
    Tak tau arah dan tujuannya..
    Hanyalah mencari sedikit kebahagia'an hati..
    Untuku yang selalu aku cintai..

    Ketika aku terdiam aku bimbang..
    Angan-2ku selalu melayang..
    Tebang tinggi mejulang..
    Terhempas angin merajang..

    Di seluruh kalbu..
    Karna engkau kekasih tercintaku..
    Yang tak mau mengertikan aku..


Aku Dan Kenanganku

    Semakin ku mencoba
    Semakin ku tak bisa melupakanya
    Semakin ku bertanya
    Semakin ku tak menemukan jawabanya

    Aku dan kenanganku
    Sekajap dlm pelukan cintamu
    Segurat catatan membekas dlm hatiku
    Indah melekat walau semua telah berlalu

    Masa lalu bersamamu
    Kan slalu terukir di hatiku
    Meski tak bisa memilikimu
    Namun kamulah yg terbaik di hatiku

    Hadirmu mengisi ruang jiwa
    Ronamu penuh senyum dlm canda
    Namun semua tinggal kenangan saja

SEBERKAS KENANGAN MANIS
Puisi Erik Hidayat

Hari demi hari terus berlalu melewati siang dan malam
Hingga tak terasa aroma nostalgia kembali bersemi dan
mewangi mengharumi bulan Agustus ini.
Ya… bulan yang telah banyak menyimpan angan dan kenangan
Bersamamu. Ingatkah kamu?

Wahai yang kurindu;
Ketika pertama kali kita bertemu, berjanji dan bersatu.
Seakan dunia ini hanya milik kita berdua,
Seakan alam pun berdendang ria, memandang kita ceria
Bahkan aku sempat berfikir bahwa aku terlahir ke dunia ini
Hanya untuk membuatmu bahagi, ya…membuatmu bahagia!
Sehingga apapun yang kamu inginkan,
Aku selalu berusaha keras agar dapat memberikannya,
meski terkadang harus ku korbankan segenap jiwa ragaku,
meski aku harus menderita, kecewa, dan luka!
Ya… sekalipun langit mendung, gelap malam untukku.

Wahai belahan jiwaku, masih ingatkah kamu?
Ketika kita bernyanyi bersama di sore itu,
Kau tersenyum mesra padaku. Mungkin itu,
Senyum pertama dan senyum termanis yang pernah kulihat
Seakan hasratku merekah dan hatiku tergugah untuk
Membelaimu dibawah naungan gemerlapnya bintang-gemintang,
Dan indahnya sinar bulan. Ingatkah kamu?
Ketika kita makan malam bersama di malam itu,
kau menatapku dengan sorot matamu yang berbinar.
Sepertinya bias bening bola matamu mampu
merubah gelap gulitanya malam menjadi fajar yang cerah.
Dan disitu pula, Kuberikan serangkaian bunga-bunga indah
sebagai tanda kasih sayangku padamu, ingatkah kamu?

Wahai Sariku, itu hanya seberkas kenangan manisku
Yang masih terkemas rapi dalam setiap ingatanku
Meski terkadang aku harus sedih, jerih dan letih
mengikuti liku hidupku, tapi seberkas kenangan manis kan terkenang slalu
Sariku, semua ini hanyalah puisi penghibur kalbu
yang mungkin dapat melebur keruhnya suasana di
batinku, yang kini tengah pilu meratapi kisah cintaku,
bersamamu.
Entah apa yang bakal terjadi lagi?
yang tersirat dalam garis tanganku
Akau hanya bisa berdo’a, semoga Tuhan
mendengar keluhan dan harapanku. Wahai Sariku,
semua ini hanyalah kata-kata, tapi ini lebih indah
dari bintang-bintang di angkasa.
Ya…ketika seberkas kenangan manisku teringat kembali olehku,
di bulan agustus ini, yang mungkin akan menjadi kelabu…

Copyright © Erik Hidayat
PESONA BUNGA YANG SIRNA
Puisi Erick Hidayat

Tangisan dari harapan
dan goresan dari ingatan,
kini menjelma kembali di lubuk hati.
Ya...ketika pertama kali aku mengagumi
kepolosan dan kemurnian dari setangkai bunga yang wangi.

Dua musim kulalui bersamanya dalam ikatan janji
saling menyayangi. Siang dan malam pun kunikmati
seiring dengan warna-warni bumi.
Wanginya yang khas senantiasa hiasi
hari-hariku menjadi jauh lebih berarti.
Oh…betapa bahagianya hati ini.

Namun, seiring dengan waktu berlalu.
Rasa sayangku pada bunga itu perlahan-lahan memudar.
Segala corak dan warna yang dulu sempat kukagumi pun seketika sirna.
Karena dia. Ya...karena dia telah mengkhianati janji
dan kesetiaan yang selama ini kukemas rapi dalam hati.
Sunggguh aku tak mengerti. Betapa mudahnya ia melepas diri
setelah sekian lama aku merawat dan menjaganya sepenuh hati.

Aku tak mampu menahan pedihnya luka ini.
Hingga akhirnya aku pasrah diri. Dan berjanji
untuk meninggalkannya. Karena tak mungkin,
tak mungkin aku menghirup kembali
aroma bunga yang sudah tidak wangi lagi.
Tak mungkin aku bisa menjamah lagi
tangkai bunga yang sudah dipenuhi duri.

Mugkin suatu saat nanti dia akan mengerti,
dia akan menyesali atas durinya yang telah menyakiti.
Itupun jika ia masih memiliki hati nurani.
Dan, andai saja nanti
Aku menemukan kembali bunga yang wangi,
Kuharap corak dan warnanya jauh lebih berarti.
dan wanginya kan slalu abadi dalam hati.

Copyright © Erick Hidayat 
SEMBILU MENUSUK QALBU
Puisi Arif Ilham

Aku disini terdiam kaku, 
Tersentak tanpa kata, 
Seakan dunia gelap oleh kabut malam, 
Cahaya matahari pun hilang ditelannya, 
Ku mencintai bukan membenci, namun,, 

Ketika ku coba tuk memahami arti CINTA sebenarnya, 
Kenapa hanya lirih luka yang ku dapat..? 
Kini kucoba untuk merajut kembali kapas putih itu, 
Ketika rajutan itu akan utuh kau hancurkan dengan sebuah bambu yang teramat tajam, 
Kau cabik-cabik seolah tak punya perasaan,, 

Aku hanya bisa membisu melihatnya, 
Seakan pasrah dengan semua yang kulihat, 
Mungkin ini karna kumencintai, 
Tapi bukan aku yang dicintai, 
Semoga kau bahagia dengan lukaku ini, 
Semoga kau tenang dengan penderitaan hatiku ini, 
Sesungguhnya Tuhan melihat, 
Mendengar dan merasakan apa yang ku rasa dia tak diam, 
Tapi dia selalu mendengar doa ku,

Demikian Kumpulan Puisi Patah Hati Terbaru. Semoga bermanfaat buat sobat Terlambat semuanya. Jangan galau jangan justru tambah sedih membaca puisi patah hati diatas #eaaa

 Salam dan selamat membaca Kumpulan Puisi Patah Hati Terbaru 2013.

Referensi : Gen22 | Operatorku | Azamku | Loker Puisi

0 comments:

Poskan Komentar