4.6( 8864)

Faktor Mempengaruhi Tekanan Darah

Faktor Mempengaruhi Tekanan Darah - Setelah sebelumnya kami menghadirkan artikel pengertian tekanan darah pada kesempatan kali ini kami menghadirkan info mengenai faktor-fakror apa saja seh yang mempengaruhi tekanan darah pada manusia baik itu faktor makanan, kondisi fisik tubuh,lingkungan dan lain-lain.

Faktor Mempengaruhi tekanan darah
Tekanan darah pada manusia


Faktor Yang Mempengaruhi Tekanan Darah

Dibawah ini adalah beberapa faktor-faktor utama yang mempengaruhi tekanan darah manusia.


Makanan akan mempengaruhi kesehatan termasuk tekanan darah Anda. Beberapa makanan seperti teh dan kopi memiliki efek instant terhadap tekanan darah dalam jangka waktu yang pendek.

Sebagian lainnya, seperti garam tentu saja membutuhkan jangka waktu yang panjang untuk memperlihatkan efek terhadap tekanan darah namun bisa berakibat fatal pada akhirnya.

Makanan Yang Membuat Tekanan Darah Tinggi dan Rendah

  • Garam
Meskipun tak bisa ditampik bahwa ada begitu banyak perbedaan pendapat soal peran garam dalam menaikkan tekanan darah, tidak terbantahkan bahwa banyaknya konsumsi dan tekanan darah sangat berhubungan. Fakta membuktikan bahwa beberapa orang sangat sensitif terhadap garam dan mengonsumsi garam bisa membuat orang-orang ini terserang penyakit darah tinggi dan jantung koroner. Karena tingkat kensensitifan orang berbeda, waspada akan asupan garam bisa menjauhkan Anda dari tekanan darah tinggi dan penyakit jantung.
  • Kafein
Kafein yang banyak terdapat dalam teh dan kopi dapat meningkatkan detak jantung dan tekanan darah seketika. Namun, efek dari mengonsumsi kafein bersifat sementara. Efek jangka panjangnya justru mengejutkan. Dalam studi lebih lanjut disebutkan bahwa kaitan antara kafein dengan tekanan darah tinggi hanya berlangsung dalam situasi tertentu. Dan menariknya, ternyata orang-orang yang mengonsumsi kafein dalam jangka panjang justru memiliki resiko tekanan darah tinggi yang lebih rendah dibandingkan mereka yang mengonsumsi kafein sedikit dan tidak tentu. Orang yang mengonsumsi kafein lebih banyak, kebal terhadap efek jangka pendek kafein.
  • Alkohol
Memang benar bahwa mengonsumsi alkohol dalam jumlah yang dianjurkan akan berefek baik terhadap tekanan darah tinggi dan penyakit jantung. Alkohol akan membuat pembuluh darah elastis dan mengubah cara pembuluh darah untuk menanggapi "stres" yang dibawa oleh hormon-hormon. Namun, jika berlebihan, meskipun memiliki efek yang persis sama tetapi akan meningkatkan kekakuan pembuluh darah, meningkatkan metabolisme stres, dan akhirnya membuat jantung bekerja terus.
  • Asam folat
Asam folat ditemukan banyak di roti, sereal, dan tepung. Ada bukti kuat bahwa asam folat menurunkan tekanan darah dan mencegah timbulnya tekanan darah tinggi bila dikonsumsi dalam jumlah yang tepat yakni 800 mg/hari. Efek positif dari Asam folat ditunjukkan dengan baik oleh kaum wanita.
  • Potasium
Konsumsi potasium yang kurang dalam masa diet dapat menyebabkan tekanan darah tinggi dan penyakit stroke. Potasium bekerja dengan mengubah pembuluh darah menanggapi pesan kimia tertentu dan merilekskan pembuluh darah. Potasium atau kalium yang cukup dalam sehari berjumlah 40mEq/hari. Kelebihan kalium juga berakibat tidak baik pada tubuh. Maka, segera konsultasikan ke dokter jika Anda ingin mengambil suplemen kalium tambahan.
  • Magnesium
Penelitian tentang efek magnesium terhadap tekanan darah belum lengkap. Bukti sementara menunjukkan bahwa diet yang kaya magnesium dapat menghindarkan Anda dari tekanan darah tinggi. Namun, belum ada penelitian yang memadai bahwa kurangnya konsumsi magnesium dapat meningkatkan resiko darah tinggi.
  • Vitamin D
Vitamin D bukan hanya baik untuk tulang tetapi juga kesehatan jantung Anda. Vitamin D diperlukan untuk membantu mengontrol tingkat kalsium dan memberikan kontribusi dalam pengaturan tekanan darah. Namun demikian, tidak perlu mengonsumsi suplemen vitamin D tambahan sebab banyak bahan makanan yang mengandung vitamin D.




Faktor Patologis Mempengaruhi Tekanan Darah:

a. Posisi tubuh : Baroresepsor akan merespon saaat tekanan darah turun dan berusaha 
menstabilankan tekanan darah 
b. Aktivitas fisik : Aktivitas fisik membutuhkan energi sehingga butuh aliran yang 
lebih cepat untuk suplai O2 dan nutrisi (tekanan darah naik)
c. Temperatur : menggunakan sistem renin-angiontensin –vasokontriksi perifer
d. Usia : semakin bertambah umur semakin tinggi tekan darah (berkurangnya elastisitas 
pembuluh darah )
e. Jenis kelamin : Wanita cenderung memiliki tekanan darah rendah karena komposisi 
tubuhnya yang lebih banyak lemak sehingga butuh O2 lebih untuk pembakaran
f. Emosi : Emosi Akan menaikan tekanan darah karena pusat pengatur emosi akan menset 
baroresepsor untuk menaikan tekanan darah

Faktor Fisiologis
  1. Pengembalian darah melalui vena/jumlah darah yang kembali ke jantung melalui vena. Jika darah yang kembali menurun, otot jantung tidak akan terdistensi, kekuatan ventrikular pada fase sistolik akan menurun dan tekanan darah akan menurun. Hal ini bisa disebabkan oleh perdarahan berat. Pada keadaan tidur atau berbaring dimana tubuh dalam keadaan posisi horizontal, pengembalian darah ke jantung melalui vena bisa dipertahankan dengan mudah. Tapi, ketika berdiri aliran darah vena kembali ke jantung mengalami tahanan lain, yaitu gravitasi. Tedapat tiga mekanisme membantu pengembalian darah melalui vena, yakni konstriksi vena, pompa otot rangka, dan pompa respirasi.
  2. Frekuensi dan kekuatan kontraksi jantung. Secara umum, apabila frekuensi dan kekuatan kontraksi jantung meningkat, tekanan darah ikut meningkat. Inilah yang terjadi saat exercise. Akan tetapi, apabila jantung berdetak terlalu kencang, ventrikel tidak akan terisi sepenuhnya diantara detakan, sehingga curah jantung dan tekanan darah akan menurun.
  3. Resistensi perifer. Yaitu resisitensi dari pembuluh darah bagi aliran darah. Arteri dan vena biasanya sedikit terkonstriksi, sehingga tekanan darah diastol normal.
  4. Elastisitas arteri besar. Saat ventrikel kanan berkontraksi, darah yang memasuki arteri besar akan membuat dinding arteri berdistensi. Dinding arteri bersifat elastis dan dapat menyerap sebagain gaya yang dihasilkan aliran darah. Elastisitas ini menyebabkan tekanan diastol yang meningkat dan sistol yang menurun. Saat ventrikel kiri berelaksasi, dinding arteri juga akan kembali ke ukuran awal, sehingga tekanan diastol tetap berada di batas normal.
  5. Viskositas darah. Viskositas darah normal bergantung pada keberadaan sel darah merah dan protein plasma, terutama albumin. Kadar sel darah merah yang terlalu tinggi pada seseorang, sehingga menyebabkan peningkatan viskositas darah dan tekanan darah, sangatlah jarang, akan tetapi masih dapat terjadi pada kondisi polisitemia vena dan perokok berat. Kekurangan sel darah merah, seperti pada kondisi anemia, akan menyebabkan kondisi berbalik dari sebelumnya. Pada saat kekurangan, mekanisme penjaga tekanan darah seperti vasokonstriksi akan terjadi untuk mempertahankan tekanan darah normal.
  6. Kehilangan darah. Kehilangan darah dalam jumlah kecil, seperti saat donor darah, akan menyebabkan penurunan tekanan darah sementara, yang akan langsung dikompensasi dengan peningkatan tekanan darah dan peningkatan vasokonstriksi. Akan tetapi, setelah perdarahan berat, mekanisme kompensasi ini takkan cukup untuk mempertahankan tekanan darah normal dan aliran darah ke otak. Walaupun seseorang dapat selamat dari kehilangan 50% dari total darah tubuh, kemungkinan terjadinya cedera otak meningkat karena banyaknya darah yang hilang dan tidak dapat diganti segera.
  7. Hormon. Beberapa hormon memiliki efek terhadap tekanan darah. Contohnya, pada saat stress, medula kelenjar adrenal akan menyekresikan norepinefrin dan epinefrin, yang keduanya akan menyebabkan vasokonstriksi sehingga meningkatkan tekanan darah. Selain dari vasokonstriksi, epinefrin juga berfungsi meningkatkan heart rate dan gaya kontraksi. Hormon lain yang berperan adalah ADH yang disekresikan oleh kelenjar hipofisis posterior saat tubuh mengalami kekurangan cairan. ADH akan meningkatkan reabsorpsi cairan pada ginjal sehingga tekanan darah tidak akan semakin turun. Hormon lain, aldosteron, memiliki efek serupa pada ginjal, dimana aldosteron akan mempromosikan reabsorpsi Na+, lalu air akan mengikuti ion Na+ ke darah.
Semoga informasi faktor mempengaruhi tekanan darah diatas bisa menambah wawasan kita semua, jagalah kesehatan anda.

0 comments:

Poskan Komentar